Stok Telur Melimpah, Mentan Minta BGN-Perusahaan Besar Serap

Stok Telur Melimpah, Mentan Minta BGN-Perusahaan Besar Serap
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan Wamentan Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Rabu (17/6). Foto: Widya/kumparan
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan Wamentan Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Rabu (17/6). Foto: Widya/kumparan

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bicara penanganan melimpahnya stok telur ayam ras. Amran menuturkan, pemerintah telah mengambil sejumlah langkah untuk menjaga harga telur tetap stabil setelah muncul keluhan dari pelaku usaha terkait harga yang berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP).

Dia mengaku telah meminta Badan Gizi Nasional (BGN) dan perusahaan-perusahaan besar yang menjadi off-taker untuk meningkatkan penyerapan telur ayam ras di tengah melimpahnya pasokan, yang berdampak pada penurunan harga di tingkat peternak.

Menurut dia, BGN bersedia meningkatkan penyerapan telur ayam ras di dalam negeri, dari satu butir per penerima per minggu menjadi tiga butir per penerima per minggu untuk keperluan Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Ada beberapa langkah kita ambil kemarin. Yang pertama adalah BGN, kepala BGN langsung kami telepon, (respons) Bu Nanik luar biasa, beliau katakan konsumsi telur satu biji ini akan menjadi tiga per minggu,” kata Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Rabu (17/6).

Amran mengatakan, pemerintah juga mendorong penyerapan telur di pasar serta menjalankan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui subsidi pakan ternak berbahan jagung yang disalurkan oleh Bulog.

Selain itu, pemerintah juga meminta seluruh pembeli atau off-taker agar membeli telur sesuai standar harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Meski saat ini sedang memasuki masa libur sekolah dan serapan MBG belum bisa diandalkan, Amran optimistis permintaan telur akan kembali meningkat setelah kegiatan belajar mengajar berjalan normal.

“Ya minimal setelah libur ini naik lagi,” katanya.

Untuk sementara, pemerintah juga mengimbau perusahaan-perusahaan besar ikut menyerap produksi telur dalam negeri dengan mengacu pada standar yang telah ditetapkan pemerintah. Langkah tersebut akan diawasi oleh Satgas Pangan.

“Untuk sementara kita mengimbau seluruh yang perusahaan besar yang menjadi off-taker dibeli dengan standar pemerintah di bawah pengawasan Satgas Pangan,” terangnya.

Sebelumnya, Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kabupaten Kendal, Suwardi, mengatakan rendahnya harga telur saat ini dipicu oleh melimpahnya produksi telur nasional yang tidak diimbangi dengan penyerapan pasar yang optimal.

Menurut dia, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang juga sempat diharapkan dapat menjadi salah satu penopang permintaan telur, dinilai belum mampu menyerap produksi sesuai harapan peternak.

Berdasarkan pantauan kumparan di Pasar Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Sabtu (13/6), harga telur dibanderol Rp 26.000 per kg, padahal Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat peternak Rp 26.500 per kg.